Penelitian acak terbaru dan tinjauan komprehensif menunjukkan bahwa zikir dan mendengarkan Al-Qur'an secara teratur mengurangi kecemasan, stres, dan hipertensi; serta memberikan perlindungan spiritual tambahan dalam praktik keagamaan.
Iman, Kekuatan yang Menyembuhkan Tubuh dan Jiwa Bersama
Ilmu pengetahuan modern semakin banyak meneliti praktik spiritual Islam kuno (Dhikr dan pembacaan Al-Qur'an). Praktik-praktik ini memberikan manfaat yang terukur, tidak hanya secara spiritual tetapi juga secara fisiologis. Studi klinis yang diterbitkan pada tahun 2024-2025 mendefinisikan ini sebagai 'intervensi berbasis iman' dan menekankan dimensi 'heartfulness' (ketenangan hati) yang membedakannya dari mindfulness.
Meditasi Dhikr: Efek Terbukti untuk Hipertensi dan Stres
Sebuah studi kontrol acak tersamar ganda (60 pasien hipertensi) yang diterbitkan pada tahun 2024 di Journal of Rural Community Nursing Practice mengamati hal-hal berikut pada kelompok yang melakukan Dhikr selama 20 menit sehari selama 4 minggu:
- Penurunan kecemasan yang signifikan pada Skala Kecemasan Hamilton (HAM-A)
- Penurunan stres yang nyata pada Skala Stres yang Dirasakan (PSS)
- Peningkatan terukur pada tekanan darah sistolik dan diastolik Dhikr, dengan pengulangan ritmisnya, menekan sistem saraf simpatik dan meningkatkan aktivasi parasimpatik, menurunkan kortisol.
Pembacaan dan Mendengarkan Al-Qur'an: Intervensi Efektif Melawan Kecemasan, Stres, dan Depresi
Tinjauan cakupan tahun 2023-2025 dan tinjauan Frontiers in Psychology (2025) mencapai kesimpulan berikut:
- Mendengarkan Al-Qur'an menurunkan biomarker kecemasan.
- Peningkatan signifikan dalam tingkat depresi dan stres; peningkatan kualitas tidur.
Efek-efek ini lebih kuat pada individu yang beriman; dimensi makna spiritual memberikan perlindungan di luar plasebo.